Tewasnya Pejuang Demokrasi PakistanInilah gong tragedy memilukan yang terjadi di penghujung 2007. Mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto (54) tewas. Pemimpin oposisi
Meski telah mendapatkan peringatan dari kepolisian, bahwa dirinya adalah sasaran pembunuhan kelompok Al Qaeda atau gerilyawan Taliban, Benazir tidak gentar untuk kembali ke tanah tumpah darahnya. Bhutto tiba di tanah kelahirannya setelah delapan tahun tinggal di pengasingan. Benazir menangis ketika turun dari pesawatnya. Sekitar 250 ribu pendukungnya berdiri di jalan-jalan menyambut kepulangannya.
Kepulangan Benazir ke
Benazir Bhutto telah mengatakan bahwa Partai Rakyat
Benazir dikenal sebagai sosok yang cerdas dan berani. Pada 1969-1977 Benazir Bhutto belajar di
Pada 16 November 1988, hampir genap satu tahun usia pernikahannya dengan Asif Ali Zardari, Benazir mengikuti pemilihan dan terpilih sebagai Perdana Menteri
Ia mengatakan tuduhan itu telah dimotivasi secara politik, namun pada 1999, ia memilih tinggal di pengasingan ketimbang menghadapi tuduhan. Ancaman yang terus memburu Benazir tidak dapat menghambat keinginannya untuk menegakkan demokrasi di
Seorang pembom bunuh diri menewaskan hampir 150 orang dalam serangan terhadap Bhutto ketika ia berparade melalui
Benazir Bhutto menuduh para pendukung mendiang penguasa militer Pakistan Mohammed Zia ul-Haq berada di belakang pemboman yang menewaskan lebih dari 130 orang setibanya di
Polisi mengatakan seorang pembom bunuh diri telah melepaskan beberapa tembakan pada Bhutto ketika ia (Bhutto) meninggalkan tempat rapat umum itu di sebuah taman sebelum meledakkan dirinya sendiri. "Orang itu pertama menembak kendaraan Bhutto. Ia (Bhutto) membungkuk dan kemudian ia (pembom) meledakkan dirinya," kata pejabat polisi Mohammad Shahid.
Polisi mengatakan 16 orang telah tewas akibat ledakan itu. "Itu adalah tindakan orang yang ingin menghancurkan
Pada Jumat (28 Desember) dini hari, pesawat angkatan udara yang membawa jenazah Benazir Bhutto telah bertolak dari
Kepergian Benazir Bhutto meninggalkan semangat perjuangan membangun demokrasi di
Politisi sekaligus ibu dari tiga anak ini tetap dikenal sebagai seorang yang karismatik, tegas dan kritis terhadap pemerintahan, dimata pendukungnya. Benazir adalah pejuang demokrasi di
(sebagian data diolah dari web.bisnis.com, Jumat, 28/12/2007 08:10 wib)








